Senin, 20 Juni 2016

pintu hati



Dulu pintu itu pernah ada yang berhasil menemukan kuncinya, dan seseorang itupun masuk kedalamnya, menjelajah setiap sudut ruangan, ia duduk disofa ruang tamu lantas berbaring dikamar, ketika gerahpun ia bebas menggunakan kamar mandi, jika lapar ia dapat memakan semua persediaan didapur.
Namun suatu ketika, dia sengaja memecahkan piring, mengeringkan semua air dan menghancurkan peralatan lainnya, kemudian dia beranjak pergi, dia membanting pintu tersebut terlalu kencang sehingga pintu itupun terkunci lagi, bahkan lebih rapat dari sebelumnnya.
Sudah banyak yang berusaha membukanya kembali, akan tetapi pintu ini masih terkunci, ada yang mencoba mendobraknya sayangnya pintu tersebut bukanlah pintu biasa, dia harus dibuka dengan kunci, mau didobrak sekeras apapun yang ada pintu tersebut semakin kuat saja ia agar tak terbuka.
Dan setelah beberapa orang hanya mampu bertamu diteras, karena tak mampu menemukan kunci yang tepat, kaupun datang membawa kunci yang benar. Namun sayangnya, keadaan didalam sangat berantakan, apa kau masih yakin ingin tetap masuk?. Atau aku tawarkan untuk sampai diteras saja, sebab karena dulu ruangan tersebut sempat ditinggalkan, maka takkan dibiarkan kejadian itu terulang.  
Jika kau akan pergi nantinya, jika kau tak mampu berkomitmen, maafkan lebih baik aku mengusirmu terlebih dahulu. Jangan masuk, jika ingin bertamu cukuplah diteras ini saja. Agar tidak menambah pekerjaanku membersihkannya. Jika kau bersikeras ingin masuk, jadilah seseorang yang bertanggung jawab, marilah kita bersama membersihkan sisa-sisa piring yang pecah tadi, marilah bantu aku menyapu seluruh ruangannya, dan ketika semua sudah kembali seperti semula bahkan lebih tertata rapi dari sebelumnya, menetaplah disini. Aku berusaha kau nyaman diruangan ini, kaupun berjanjilah tetap bertahan untuk tidak pergi, bagaimanapun keadaannya nanti.
Oh iya, sebelum kau duduk disofa itu, kunci dulu pintunya dari dalam, agar tak ada yang bisa masuk selain dirimu, agar akupun tak bisa keluar menemui tamu diteras, agar kita bisa tenang berdua saja
Lantas yang mana yang akan kau pilih? Masuk kedalam atau bertamu diteras? Ku ingatkan sekali lagi, tak mudah menemukan kunci pintu tersebut, tak semua orang mendapatkan kuncinya, itu pintu yang sangat sulit untuk dibuka, dan ketika kau yang menemukan pilihan mana yang akan kau putuskan? Jika kau tetap memilih hanya bertamu, maka pintu itu semakin lama dibuka, dan ia semakin usang. Tapi tak apa, kau boleh pergi, tinggalkan saja kuncinya disekitar pintu tersebut jangan kau bawa pergi, agar suatu saat ada yang menemukannya kembali, dan mungkin saja orang tersebut ingin menetap. Dan apabila kau memutuskan untuk masuk kedalam, aku akan sangat bahagia menyambutmu, marilah kita menua bersama disini, tanpa pergi meninggalkan suatu sama lain, dan kita akan mengisi ruangan ini dengan pernak-pernik yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar