Ingatkah kamu permen kapas yang
kita nikmati malam itu? Permen kapas yang berwarna merah muda senada dengan
warna pipiku ketika kamu menatap mataku terlalu dalam. Permen kapas yang begitu
lembut selembut belaian tanganmu dikepalaku. Permen kapas yang amat manis
layaknya senyumanmu yang selalu mampu menghujam jantungku.
Permen kapas yang teramat sangat aku suka, seperti juga kamu yang teramat sangat aku suka
Kamu dan permen kapas itu sama,
dengannya aku menampilkan aku apa adanya. Aku tidak perlu berlaga sok dewasa,
bahkan didepan kamu dan permen kapas ditanganmu itu aku layaknya anak kecil
yang bergelayut manja, kamu dan permen kapas ditanganmu hanya tertawa melihat
tingkahku, tanpa menghempaskannya sedikitpun. Dan akupun tidak perlu
menyembunyikan ketakutanku, karena kamu dan permen kapas ditanganmu mampu
mengusir semua rasa resah gelisah. Kamu dan permen kapas ditanganmu selalu
mampu menghapus bulir yang sering tergenang disudut mataku. Kamu dan permen
kapas ditanganmu membuat perasaanku lega.
Kamu dan permen kapas ditanganmu, aku menyukainya
Tulisan ini singkat, sangat
singkat. Hanya menceritakan tentang permen kapas dan juga lagi-lagi kamu. Perlu
kamu tau dari kecil aku sangat menyukai permen kapas, walaupun kakek ku selalu
melarang karena katanya permen kapas dapat merusak gigi, tapi aku terus
membelinya sembunyi-sembunyi. Sampai sekarang aku tetap menjadi penikmat permen
kapas. Dan kamu adalah lelaki pertama yang menemaniku menghabiskan permen kapas
kesukaanku, lelaki pertama yang meluangkan waktunya duduk dan berbagi permen
kapas kesukaanku, lelaki pertama yang tidak hanya memberikannya tetapi
menikmatinya berdua, juga lelaki pertama yang ikut menyukai permen kapas
kesukaanku.
Karena itu aku suka kamu
Dan bila kita tidak ditakdirkan.
Setidaknya kenanglah. setiap saat kamu melihat permen kapas, maka ingatlah aku
dengan permen kapas ditanganku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar