Rabu, 08 Juni 2016

Aku dengan Permen Kapas ditanganku



Ingatkah kamu permen kapas yang kita nikmati malam itu? Permen kapas yang berwarna merah muda senada dengan warna pipiku ketika kamu menatap mataku terlalu dalam. Permen kapas yang begitu lembut selembut belaian tanganmu dikepalaku. Permen kapas yang amat manis layaknya senyumanmu yang selalu mampu menghujam jantungku.

Permen kapas yang teramat sangat aku suka, seperti juga kamu yang teramat sangat aku suka

Kamu dan permen kapas itu sama, dengannya aku menampilkan aku apa adanya. Aku tidak perlu berlaga sok dewasa, bahkan didepan kamu dan permen kapas ditanganmu itu aku layaknya anak kecil yang bergelayut manja, kamu dan permen kapas ditanganmu hanya tertawa melihat tingkahku, tanpa menghempaskannya sedikitpun. Dan akupun tidak perlu menyembunyikan ketakutanku, karena kamu dan permen kapas ditanganmu mampu mengusir semua rasa resah gelisah. Kamu dan permen kapas ditanganmu selalu mampu menghapus bulir yang sering tergenang disudut mataku. Kamu dan permen kapas ditanganmu membuat perasaanku lega.

Kamu dan permen kapas ditanganmu, aku menyukainya

Tulisan ini singkat, sangat singkat. Hanya menceritakan tentang permen kapas dan juga lagi-lagi kamu. Perlu kamu tau dari kecil aku sangat menyukai permen kapas, walaupun kakek ku selalu melarang karena katanya permen kapas dapat merusak gigi, tapi aku terus membelinya sembunyi-sembunyi. Sampai sekarang aku tetap menjadi penikmat permen kapas. Dan kamu adalah lelaki pertama yang menemaniku menghabiskan permen kapas kesukaanku, lelaki pertama yang meluangkan waktunya duduk dan berbagi permen kapas kesukaanku, lelaki pertama yang tidak hanya memberikannya tetapi menikmatinya berdua, juga lelaki pertama yang ikut menyukai permen kapas kesukaanku.

Karena itu aku suka kamu

Dan bila kita tidak ditakdirkan. Setidaknya kenanglah. setiap saat kamu melihat permen kapas, maka ingatlah aku dengan permen kapas ditanganku.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar