Kamis, 09 Juni 2016

Hey malam, selamat datang rindu



“kata orang rindu itu indah
Namun bagiku itu menyiksa”
Kau pasti kenal dengan penggalan lagu yang baru saja ku tulis,lagu itu mendadak menjadi terkenal kembali sejak iklan line 2tahun lalu, oke lupakan saja, bukan itu yang ingin aku utarakan. Coba hayati lirik lagunya, benar bukan?.   
Kata orang rindu adalah rasa yang indah, mengukir senyum mengingat kenangan dengan seseorang yang kau angankan, semakin banyak rindu yang kau pendam, makin bahagia saat bertemu dan melepaskan segala rindu. Namun tidak bagiku, tidak sedikitpun rasa rindu itu sebuah rasa yang indah, aku merasa sesak karenanya, rindu-rindu itu semakin menumpuk semakin menyiksaku. Rindu hanya bisa dipendam, menggantung dilangit-langit kamar, tanpa memiliki kepastian kapan hadirnya sosok yang dinanti. Rindu diibaratkan memeluk udara, kosong, hampa, hanya menyisakan dada yang kian memberat.

Hey, selamat malam
Malam adalah waktu yang tepat untuk melepaskan lelah setelah seharian mengerjakan banyak hal dan waktu yang tepat melepaskan beban pikiran , malam adalah saat-saat sunyi menyeruak dinding-dinding kamar, malam yang berwarna hitam yang amat pekat adalah waktu tepat untuk mengingat, waktu yang tepat untuk berdamai dengan hati, dan malam adalah tempat berkumpulnya para rindu. Ditemani dingin, terkadang gelapnya malam seakan mampu mengerti hatiku lebih dari yang lain, menyusurinya lebih dalam lagi, dan perlahan mengungkapkan yang terpendam disana. Aku dapat menyembunyikan rasa itu dari siapapun dan dari apapun, kecuali pada malam, ia seakan mengajak aku berbicara, hingga akhirnya ku ungkapkan rinduku padanya. Malam adalah waktu yang tepat sebagai teman curhatku, ketika ia datang menyapa, tak segan aku curahkan beban fikiran termasuk beban rindu ini.   

Hey, selamat malam untuk kamu yang selalu menyusup sampai ke mimpiku
Ingin ku usir saja resahku malam ini, tetapi sayangnya rindu ini terlalu pekat bercampur dengan diri, mengikatku dengan segala ekspresimu. Bagaimana cara aku mengusirmu? Bahkan disaat aku terlelappun kamu tetap setia menjadi bunga dalam tidurku. Seolah-olah mengisyaratkan, kamu juga merindukan aku. Ataukah aku yang terlalu menggantungkan harap? Sehingga membawamu sampai kedasar sanubari membentuk sebuah mimpi. Sadarkah kamu, bahwa kamu terlalu sering muncul dimimpi-mimpi terindahku?. Ayolah, cepat pergi dari sana, karena itu bukan cara mengatasi rinduku. Kamu bukannya menolongku, yang ada rindu-rindu ini semakin menumpuk. Atau kamu memang sengaja membuatku selalu bertumpuh pada kasihmu, sengaja membuatku menanti nyatanya dirimu, jika iyaaa maka cepatlah datang, aku lelah mengunggumu di dalam heningnya malam.

Hey, selamat malam untuk kamu pemilik rindu
Kalimat ku membisu, egoku terlalu besar untuk mengalah dengan hati. Aku terlalu rindu untuk menunggu, namun terlalu gensi untuk menemui. Lantas aku harus bagaimana? Bibirku telah terlanjur berucap, untuk memintamu menjauh, tapi ketahuilah bahwa yang pernah aku katakan tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku berharap kamu sekali saja menyapa, maka aku berjanji setelahnya akan aku kalahkan egoku sendiri. Setujukah kamu dengan tawaran gila ini?.
Mungkin kamu tidak pernah tau sepenting apa kamu bagi nafasku, begitu juga dengan ketidaktahuanku sejak berapa lama kamu sudah menjadi pemeran utama dalam anganku. Kini ditengah malam yang sepi, aku menyadari keegoisanku, aku sudah terbangun dari benteng yang aku sombongkan selama ini. Ditengah malam ini, ku akui hatiku membutuhkanmu. Sudikah kamu memaafkan keangkuhan hatiku? Aku rindu, kemarilah.

Hey, selamat malam untuk kamu yang disana
Coba pejamkan matamu sesaat, dan lepaskan beban pikiranmu, lantas dengarkan alam, maka kamu akan mendengarkan suaraku memanggil lirih namamu, maka kamu akan merasakan angin menyampaikan rinduku. Mampukah pesan itu sampai ketelingamu? Jika tidak, itu bukan salahku yang kurang keras mengungkapkan, mungkin kamu yang tidak begitu menginginkannya.
Saat kamu telah lelap dalam tidurmu, ketahuilah aku disini merindukan suaramu memanggil namaku, aku disini merindukan tatapanmu yang membuat getar dihatiku, aku merindukan senyumanmu yang menenangkan tangisku, aku disini merindukan eratnya genggamanmu menjagaku, dan aku disini merindukan kamu. Untuk kamu, sempatkanlah sejenak mengirim pesan “hey, selamat malam” untuk sedikit mengobati rinduku.

Dan hey kamu, selamat malam aku rindu
Tujuh ratus tujuh puluh dua kata yang aku tuliskan kali ini, hanya untuk mengungkapkan betapa aku merindukan kamu. Masihkah kamu tidak dapat merasakannya. Baiklah aku menyerah, biarku nikmati sendiri saja rindu ini, toh masih ada kenangan yang kamu beri kemaren sore untuk selalu aku kenang, sebuah kisah yang selalu menjadi rangkaian kesukaanku. Aku tetap bahagia dengan penggalan cerita yang kamu berikan, penggalan cerita yang kamu tulis dengan kertas origami, selalu terlihat berwarna   meskipun termakan waktu. Biarkan kita pasrahkan saja setiap perasaan yang ada, karena jika memang aku adalah rumahmu dan kamu adalah rumahku kita akan pulang pada akhirnya. kita sudah cukup mengerti dengan perasaan sendiri, terlalu banyak hal penting untuk terlebih dahulu dikejar, menyibukan diri untuk membunuh rindu yang datang, hingga sebelum kita bertemu sudah banyak yang telah kita capai. Biarkan saja malam menjadi waktuku sejenak untuk merasakan rinduku kepadamu, karena bila pagi datang aku tidak sempat memikirkanmu..

Hey kamuku, aku rindu, selamat malam tidurlah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar