“kata orang rindu itu indah
Namun bagiku itu menyiksa”
Kau pasti kenal dengan penggalan lagu yang baru saja ku
tulis,lagu itu mendadak menjadi terkenal kembali sejak iklan line 2tahun lalu,
oke lupakan saja, bukan itu yang ingin aku utarakan. Coba hayati lirik lagunya,
benar bukan?.
Kata orang rindu adalah rasa yang indah, mengukir senyum
mengingat kenangan dengan seseorang yang kau angankan, semakin banyak rindu
yang kau pendam, makin bahagia saat bertemu dan melepaskan segala rindu. Namun tidak
bagiku, tidak sedikitpun rasa rindu itu sebuah rasa yang indah, aku merasa
sesak karenanya, rindu-rindu itu semakin menumpuk semakin menyiksaku. Rindu hanya
bisa dipendam, menggantung dilangit-langit kamar, tanpa memiliki kepastian
kapan hadirnya sosok yang dinanti. Rindu diibaratkan memeluk udara, kosong, hampa,
hanya menyisakan dada yang kian memberat.
Hey, selamat malam
Malam adalah waktu yang tepat untuk melepaskan lelah setelah
seharian mengerjakan banyak hal dan waktu yang tepat melepaskan beban pikiran ,
malam adalah saat-saat sunyi menyeruak dinding-dinding kamar, malam yang
berwarna hitam yang amat pekat adalah waktu tepat untuk mengingat, waktu yang
tepat untuk berdamai dengan hati, dan malam adalah tempat berkumpulnya para
rindu. Ditemani dingin, terkadang gelapnya malam seakan mampu mengerti hatiku
lebih dari yang lain, menyusurinya lebih dalam lagi, dan perlahan mengungkapkan
yang terpendam disana. Aku dapat menyembunyikan rasa itu dari siapapun dan dari
apapun, kecuali pada malam, ia seakan mengajak aku berbicara, hingga akhirnya
ku ungkapkan rinduku padanya. Malam adalah waktu yang tepat sebagai teman
curhatku, ketika ia datang menyapa, tak segan aku curahkan beban fikiran
termasuk beban rindu ini.
Hey, selamat malam untuk kamu yang selalu menyusup sampai ke mimpiku
Ingin ku usir saja resahku malam ini, tetapi sayangnya rindu
ini terlalu pekat bercampur dengan diri, mengikatku dengan segala ekspresimu. Bagaimana
cara aku mengusirmu? Bahkan disaat aku terlelappun kamu tetap setia menjadi
bunga dalam tidurku. Seolah-olah mengisyaratkan, kamu juga merindukan aku. Ataukah
aku yang terlalu menggantungkan harap? Sehingga membawamu sampai kedasar
sanubari membentuk sebuah mimpi. Sadarkah kamu, bahwa kamu terlalu sering
muncul dimimpi-mimpi terindahku?. Ayolah, cepat pergi dari sana, karena itu
bukan cara mengatasi rinduku. Kamu bukannya menolongku, yang ada rindu-rindu
ini semakin menumpuk. Atau kamu memang sengaja membuatku selalu bertumpuh pada
kasihmu, sengaja membuatku menanti nyatanya dirimu, jika iyaaa maka cepatlah
datang, aku lelah mengunggumu di dalam heningnya malam.
Hey, selamat malam untuk kamu pemilik rindu
Kalimat ku membisu, egoku terlalu besar untuk mengalah
dengan hati. Aku terlalu rindu untuk menunggu, namun terlalu gensi untuk
menemui. Lantas aku harus bagaimana? Bibirku telah terlanjur berucap, untuk
memintamu menjauh, tapi ketahuilah bahwa yang pernah aku katakan tidak sesuai
dengan apa yang aku inginkan. Aku berharap kamu sekali saja menyapa, maka aku
berjanji setelahnya akan aku kalahkan egoku sendiri. Setujukah kamu dengan
tawaran gila ini?.
Mungkin kamu tidak pernah tau sepenting apa kamu bagi
nafasku, begitu juga dengan ketidaktahuanku sejak berapa lama kamu sudah
menjadi pemeran utama dalam anganku. Kini ditengah malam yang sepi, aku
menyadari keegoisanku, aku sudah terbangun dari benteng yang aku sombongkan
selama ini. Ditengah malam ini, ku akui hatiku membutuhkanmu. Sudikah kamu
memaafkan keangkuhan hatiku? Aku rindu, kemarilah.
Hey, selamat malam untuk kamu yang disana
Coba pejamkan matamu sesaat, dan lepaskan beban pikiranmu, lantas
dengarkan alam, maka kamu akan mendengarkan suaraku memanggil lirih namamu,
maka kamu akan merasakan angin menyampaikan rinduku. Mampukah pesan itu sampai
ketelingamu? Jika tidak, itu bukan salahku yang kurang keras mengungkapkan, mungkin
kamu yang tidak begitu menginginkannya.
Saat kamu telah lelap dalam tidurmu, ketahuilah aku disini
merindukan suaramu memanggil namaku, aku disini merindukan tatapanmu yang
membuat getar dihatiku, aku merindukan senyumanmu yang menenangkan tangisku, aku
disini merindukan eratnya genggamanmu menjagaku, dan aku disini merindukan
kamu. Untuk kamu, sempatkanlah sejenak mengirim pesan “hey, selamat malam”
untuk sedikit mengobati rinduku.
Dan hey kamu, selamat malam aku rindu
Tujuh ratus tujuh puluh dua kata yang aku tuliskan kali ini,
hanya untuk mengungkapkan betapa aku merindukan kamu. Masihkah kamu tidak dapat
merasakannya. Baiklah aku menyerah, biarku nikmati sendiri saja rindu ini, toh
masih ada kenangan yang kamu beri kemaren sore untuk selalu aku kenang, sebuah
kisah yang selalu menjadi rangkaian kesukaanku. Aku tetap bahagia dengan
penggalan cerita yang kamu berikan, penggalan cerita yang kamu tulis dengan
kertas origami, selalu terlihat berwarna meskipun termakan waktu. Biarkan kita
pasrahkan saja setiap perasaan yang ada, karena jika memang aku adalah rumahmu
dan kamu adalah rumahku kita akan pulang pada akhirnya. kita sudah cukup
mengerti dengan perasaan sendiri, terlalu banyak hal penting untuk terlebih
dahulu dikejar, menyibukan diri untuk membunuh rindu yang datang, hingga
sebelum kita bertemu sudah banyak yang telah kita capai. Biarkan saja malam
menjadi waktuku sejenak untuk merasakan rinduku kepadamu, karena bila pagi
datang aku tidak sempat memikirkanmu..
Hey kamuku, aku rindu, selamat malam tidurlah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar