Pagi itu ponselku berdering, ternyata pesan masuk itu darimu
“selamat pagi” sapamu diujung sana. Takku sangka pesan singkat itu berlanjut
hingga berhari-hari kedepan, yang perlahan mengubah kecepatan detak jantungku.
Dan kini aku terbiasa berbagi kabar denganmu, sehari saja tanpa kamu ada hati yang terus betanya, ada perasaan yang kian gelisah. Begitupun sebaliknya, jika seharian kamu bersamaku hati terasa begitu tenang, semua gelisah seakan meredup, tak sedikitpun rasa jenuh hadir dipikiranku, bahkan bisakah aku menawar? Menawar dengan waktu untuk lebih lama lagi membiarkan aku bersamamu, bernego dengan jarak untuk sesaat saja ia bukanlah sebuah masalah.
Salah kah aku mengartikan semuanya? Salahkah aku bila rasa ini tiba? Salahkah aku untuk semua perasaan yang perlahan tercipta yang disebabkan olehmu? Salahkah aku bila aku jatuh cinta? Jika salah maafkan aku..
Maafkan aku jatuh cinta
Maafkan aku jatuh cinta dengan tatapan matamu yang membutakanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan senyumanmu yang membisukanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan suaramu yang mentulikanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan genggamanmu yang melumpuhkanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan pelukmu yang menghangatkanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan leluconmu yang menghentikan tangisku
Maafkan aku jatuh cinta dengan perhatian kecil yang kamu berikan
Maafkan aku jatuh cinta dengan semua kenyamanan yang kamu hadirkan untukku
Detak jantung ini kini telah utuh menjadi milikmu, khayal ini kini telah sempurna diperankan bayangmu, rindu ini kini telah bersahabat dengan sosokmu, dan kamu kini telah menjadi rangkaian dalam setiap langkahku. Inikah rasanya cinta diam-diam? Diam-diam bahagia yang tersimpan, pun diam-diam pula sesak yang dirasakan. Tanpa keberanian untuk mengatakan, aku cinta.
Apakah ini benar cinta sendirian? Ataukah mungkin kamu merasakan hal yang sama? Entahlah terlalu dini untuk menerka, terlalu cepat untuk menyimpulkan. Terlalu banyak Tanya dalam benakku. Beginilah orang yang jatuh cinta, sibuk betanya dengan hati penuh harap, membenarkan apa yang mereka inginkan. Kamu tak perlu tanggung jawab, tak perlu menyambut perasaan ini jika kamu tidak ingin. karena memang salahku sendiri yang lupa mengunci pintu hati.
Tapi satu pesanku, jangan lagi kamu biarkan hati-hati lain sepertiku, jangan lagi kamu biarkan wanita lain jatuh cinta, jangan jangan lagi, jika kamu tidak mampu membalas, cukup jangan beri signal harapan berlebih. Jangan memulai jika ingin mengakhiri. jangan memberi jika kamu sendiri tidak mengerti apa yang telah kamu beri. Jangan menanamkan bibit jika kamu tidak mampu merawatnya. Dan jangan melangkah jika kamu tidak tau tujuannya.
Sekarang biarku pendam saja semuanya,biarlah sejenak kini aku nikmati saat-saat bersamamu, biarkan waktu yang menjadi jawabannya, apakah rasaku yang akan memudar? Ataukah kamu yang akan datang?. Jika cinta ini terbalaskan, namun memang berbagai alasan yang tak memungkinkan, aku disini akan menunggu, karena memang masih banyak waktu bukan?. Silakan pergi, aku sudah berdamai dengan hati sekarang, jadi apapun yang terjadi telah aku pasrahkan, Tuhan punya rencana untuk kita kedepan, ingatlah merpati akan selalu pulang.
Dan kini aku terbiasa berbagi kabar denganmu, sehari saja tanpa kamu ada hati yang terus betanya, ada perasaan yang kian gelisah. Begitupun sebaliknya, jika seharian kamu bersamaku hati terasa begitu tenang, semua gelisah seakan meredup, tak sedikitpun rasa jenuh hadir dipikiranku, bahkan bisakah aku menawar? Menawar dengan waktu untuk lebih lama lagi membiarkan aku bersamamu, bernego dengan jarak untuk sesaat saja ia bukanlah sebuah masalah.
Salah kah aku mengartikan semuanya? Salahkah aku bila rasa ini tiba? Salahkah aku untuk semua perasaan yang perlahan tercipta yang disebabkan olehmu? Salahkah aku bila aku jatuh cinta? Jika salah maafkan aku..
Maafkan aku jatuh cinta
Maafkan aku jatuh cinta dengan tatapan matamu yang membutakanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan senyumanmu yang membisukanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan suaramu yang mentulikanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan genggamanmu yang melumpuhkanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan pelukmu yang menghangatkanku
Maafkan aku jatuh cinta dengan leluconmu yang menghentikan tangisku
Maafkan aku jatuh cinta dengan perhatian kecil yang kamu berikan
Maafkan aku jatuh cinta dengan semua kenyamanan yang kamu hadirkan untukku
Detak jantung ini kini telah utuh menjadi milikmu, khayal ini kini telah sempurna diperankan bayangmu, rindu ini kini telah bersahabat dengan sosokmu, dan kamu kini telah menjadi rangkaian dalam setiap langkahku. Inikah rasanya cinta diam-diam? Diam-diam bahagia yang tersimpan, pun diam-diam pula sesak yang dirasakan. Tanpa keberanian untuk mengatakan, aku cinta.
Apakah ini benar cinta sendirian? Ataukah mungkin kamu merasakan hal yang sama? Entahlah terlalu dini untuk menerka, terlalu cepat untuk menyimpulkan. Terlalu banyak Tanya dalam benakku. Beginilah orang yang jatuh cinta, sibuk betanya dengan hati penuh harap, membenarkan apa yang mereka inginkan. Kamu tak perlu tanggung jawab, tak perlu menyambut perasaan ini jika kamu tidak ingin. karena memang salahku sendiri yang lupa mengunci pintu hati.
Tapi satu pesanku, jangan lagi kamu biarkan hati-hati lain sepertiku, jangan lagi kamu biarkan wanita lain jatuh cinta, jangan jangan lagi, jika kamu tidak mampu membalas, cukup jangan beri signal harapan berlebih. Jangan memulai jika ingin mengakhiri. jangan memberi jika kamu sendiri tidak mengerti apa yang telah kamu beri. Jangan menanamkan bibit jika kamu tidak mampu merawatnya. Dan jangan melangkah jika kamu tidak tau tujuannya.
Sekarang biarku pendam saja semuanya,biarlah sejenak kini aku nikmati saat-saat bersamamu, biarkan waktu yang menjadi jawabannya, apakah rasaku yang akan memudar? Ataukah kamu yang akan datang?. Jika cinta ini terbalaskan, namun memang berbagai alasan yang tak memungkinkan, aku disini akan menunggu, karena memang masih banyak waktu bukan?. Silakan pergi, aku sudah berdamai dengan hati sekarang, jadi apapun yang terjadi telah aku pasrahkan, Tuhan punya rencana untuk kita kedepan, ingatlah merpati akan selalu pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar