Sabtu, 25 Juni 2016

karena semua memang diantara pilihan

lantas kau ingin menjadi seperti apa?
senja yang indah, sisetia penyambut malam
fajar yang menakjubkan, sipemberi harapan penyambut pagi
namun mereka hadir hanya sesaat yang akan tergantikan
ataukahh..
malam yang gelap, sunyi, menakutkan, tapi sipenenang dan waktu pelepas penat
siang yang terik, panas, dan melelahkan, tapi siaktif yang menemani hari.

semuanya sama saja, semua pilihan memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, tinggal kau saja berfikir, kelemahan yang mana yang bisa kau terima? kelebihan mana yang ingin kau terima? kelemahan dan kelebihan mana yang mampu menyempurnakanmu?

hidup itu pilihan bukan? bahkan saat kamu memutuskan untuk tidak memilihpun adalah sebuah pilihan. tapi satu hal yang harus selalu kau ingat, ketika sudah menjatuhkan pilihan, jangan pernah menyesalinya, sebab yang memilih adalah dirimu sendiri. maka, sebelum kau memilih pikirkanlah, masih ada waktu, tapi jangan terlalu lama karena waktupun beranjak berlalu.

karena semua memang diantara pilihan.
mau bangun atau tetap tidur?
mau pergi atau menetap?
mau jadi apa atau tidak ingin menjadi apapun?
mau ini atau itu?
pada akhirnya kau harus memutuskan, tidak bisa tidak, jadi tentukan sekarang, kau pilih yang mana? ini untuk kepentingan dirimu sendiri, agar tidak terlalu lama berjalan ditempat.. 

Apakah ini sebuah nasehat? terserah kau saja menilainya, aku bukan motivator, aku hanya sedikit berfikir dari dunia ini, karena dari aku terbangun hingga tidur lagi, otak ku selalu dipenuhi pilihan-pilihan, mulai urusan fisikku hingga hatiku. terkadang akupun bingung menentukan pilihan mana yang tidak menimbulkan penyesalan, namun ketika aku terlalu lama berfikir, waktupun habis, hingga menimbulkan dua tingkat penyesalan. jadi sekarang ku simpulkan, diantara semua pilihan ada resiko masing-masing, tinggal kesiapanmu saja yang menentukannya. bahkan mau bahagia atau tidakpun adalah pilihanmu sendiri. mau menggantungkan kebahagiaanmu pada diri sendiri atau orang lain? tapi ingat sebelum memilih, pikirkan resikonya. 

jangan terlalu keras memikirkan semua pilihan, toh sekuat apapun kau berfikir ada yang tak dapat dikendalikan logika bukan?, tapi mengingatkan saja, terkadang pilihan hati lebih menyakitkan. maafkanlah jika tulisan ini tidak memberikan kesimpulan yang baik, bahkan tidak ada kesimpulannya, karena aku sendiripun terkadang bingung, ketika pikiran dan perasaanku memilih pilihan yang berbeda. aku bingung untuk mengikuti yang mana, namun yang jelas ketika aku memutuskan, aku harus berusaha untuk tidak menyesalinya, ada rahasia dibaliknya, tidak selalu pilihan yang kita sesali itu akan selalu buruk. Pikiran atau perasaan? mana yang kau pilih? aku tidak memiliki saran yang tepat, maaf, silakan pilih sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar