Senin, 10 Oktober 2016

aku, kau, dan hujan

lagi, tulisan ini tentang hujan
karena aku sangat menyukainya
dan terlebih jika aku bersamamu
seditikpun tak kuharapkan hujan ini reda

hujan selalu menahanmu untuk lebih lama disisiku
mempererat rengkuhanmu dipundakku
membiarkan aku mengagumi poros wajahmu
menenangkan hati yang selalu gundah

dan yang palingku suka bulu mata itu
hal pertama yang membuat aku terhanyut dengan hadirmu 
sebelum senyum dan tatapanmu
sebelum tanganmu menggenggamku

dibawah toko kecil kita berteduh
menghindari air hujan agar tak menyentuh tubuh
padahal tak apa aku basah oleh hujan bersamamu
karena pelukanmu mampu menghangatkanku

sunyi sekali, karena kita saling diam
menatap rintik hujan jatuh dilantai jalan
aku tak tau apa yang kau pikirkan
namun jelas yang aku pikirkan adalah lelaki yang ada disamping kananku ini
menyebutkan namamu bersama dengan ribuan air hujan yang jatuh

jangan tatap mataku
liat saja hujan didepan kita
jangan menoleh kesamping kirimu
karena aku gugup dipandang kedua matamu

jangan tersenyum padaku
tersenyum saja pada dinginnya angin malam
jangan menoleh kesamping kirimu
karena aku tak akan sanggup bendiri

inginku bisikan ketelingamu
"aku suka hujan, dan terlebih jika ia datang saat kita sedang berdua"
inginku perpanjang hujan tiap kali bersamamu
dengan begitu aku dapat menikmati dua hal yang kusuka dalam waktu yang bersamaan..

Indralaya, 10 Oktober 2016
Pukul 00.00 WIB 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar