Sabtu, 19 Agustus 2017

Kamulah sebabnya

Malam ini momen itu kembali berputar dikepalaku, teringat lagi berbagai macam cerita yg sudah kita lewati, aku ingin kembali tapi aku juga membenci.
Dan semua masih sama. Meski banyak yg lalu lalang, kamu tetap menjadi hal paling membahayakanku.
Dulu pernah mati, saat kau tinggal pergi. Kemudian ada yang datang, namun tak bertahan. Ternyata yg mati tidak mudah ditanami lagi. Semua karenamu, mereka tak sama denganmu, bahagianya berbeda. Dan lagi rasa sesak yang pernah kau ciptakan, membuang peluang bagi yg ingin singgah. Sungguh, kamulah sosok terjahanam di dunia perasaanku.
Ku akui, kau masih tetap yg tersakit dari luka yg ku rasakan.  
Andai kamu tau, kamu adalah luka terperihku, kamulah air mata tersedihku, kamu jugalah sebab dari mati rasaku.
Andai kamu tau, didalam tawaku, disudut lain ada luka yang masih terasa. Andai kamu tau, kamulah sebabnya.
Namun andai saja kamu tau, apa pengaruhnya bagimu?  Yang terluka itu aku, bukan kamu.

Sabtu, 10 Desember 2016

inspirasi yang pergi

Sudah lama aku tak menulis lagi
Inspirasiku telah pergi
Kamu telah berlalu dengan melenyapkan semua anganku

Sendu kalimat yang terbaca
Karena tawa tak lagi tercipta
Melepaskanmu mematikan pikiranku
Kepergianmu melenyapkan senyumku

Tak ada lagi kata manis yang terketik kini
Hanya kata-kata memilukan mewakili
Tak ada lagi cerita hangat tersampaikan
Tergantikan kenangan yang dirindukan

Waktu yang berlalu pasti perlahan membantuku
Melupakanmu dan menggantikanmu
Ketika sudah sempurna kau ku lewati
Tulisan ini hanya sebagai kisah yang pernah kulalui
Tak akan menggentarkan aku lagi

Kini aku hanya butuh inspirasi lain
Yang selalu menciptakan cerita indah
Cerita tanpa noda, cerita tanpa air mata
Seseorang yang menjadi inspirasi hingga akhir

Sulit memang menemukannya, namun aku percaya… 

Selasa, 15 November 2016

Selamat ulang tahun Buu..

Kaulah wanita terkuat dalam hidupku
Aku tau itu, hatimulah yang paling tegar
Dengan segala luka yang menghancurkan batinmu
Dengan rasa sakit yang diciptakan oleh seseorang yang pernah kau pilih
Tapi lihatlah, kau tetap tersenyum dihadapan kedua anakmu
Bahkan menangispun kau tak pernah tunjukan dihadapan kami
Tak pernah sekalipun kau ajarkan kami membencinya
Tak pernah barang sedikitpun

Aku banyak belajar darimu
Maka dari itu akupun tak pernah membenci
Karena yang terpenting bagiku adalah kau Ibu
Dia tak ada arti bagi hidupku
Dia yang sering kali orang sebut ayah
Aku tidak membencinya demi dirimu
Tapi maafkan aku, Karena aku juga tidak pernah menganggap ia ada

Sekarang kaulah yang terpenting
Jika harus memilih diantara ribuan pilihan didunia ini
Maka itu pasti IBU
Tetaplah selalu sehat
Tetaplah bersama aku dan adik

Maafkan aku yang selalu menyusahkanmu
Maafkan aku belum mampu membuatmu bangga
Sungguh maafkan aku
Aku akan membahagiakanmu, itu akan
Maka hiduplah bersamaku hingga seribu tahun lagi

Usiamu semakin menua
Kulitmu mulai keriput
Dan aku membenci hal ini
Bagaimana agar kau tetap muda ?
Apa yang aku harus lakukan agar kau selalu bersamaku ?
Aku hanya mampu mengirim do’a
Semoga Allah mengabulkannya
Aku hanya ingin kita hidup bahagia dan selalu bersama

Selamat ulang tahun ke 47tahun
Semoga kita akan terus merayakan ulangtahunmu tahun-ketahun
Untuk sekarang bertiga saja dulu
Nanti sama menantu dan cucu-cucumu

Orin sayang Ibu, dan aku tahu Ibu lebih sayang Orin

Jumat, 04 November 2016

kehilangan..




Aku merasa kosong, sungguh hampa sekali, kini aku menyadari kenapa begini, karena hatiku kehilangan. Sosokmu yang selama ini selalu aku harapkan, kedatanganmu yang selalu aku nantikan, tersenyum menghampiriku, menatapku dengan kelembutan, dan genggaman yang menguatkan, sekarang tidak akan lagi menjadi kenyataan. 

Aku kehilanganmu, hingga aku tak berdaya, yang membuatku tak nyenyak dalam tidur, yang mimpiku selalu dipenuhi olehmu, yang mengakibatkanku tak nafsu makan, dan akhirnya menimbulkan butiran jernih dari sudut mataku. Tak tau harus bagaimana, tak tau nanti jadinya seperti apa, yang jelas sekarang aku hanya terduduk melemah. Berusaha menghancurkan harapan yang bodohnya terus saja inginkan kemungkinan kau datang. 

Pernahkah kau merasakan kehampaan seperti ini? lantas apa yang baiknya dilakukan?. Aku sudah menyibukan diri, tapi tetap saja kekosongan dihatiku menyeramkan. Lantas ternyata sibuk bukanlah jalan untuk melupakan. Bagaimana lagi aku harus menggantikanmu?. 

Singkat saja ungkapanku ini, tapi maknanya tidaknya seringkas itu. Kehilangan bukan hal yang dianggap remeh, kehampaan bahkan lebih menyedihkan daripada rasa sakit.

Kamis, 03 November 2016

Surat Singkat Untukmu

Pemberitahuan ... 

          Aku menyerah terhadap perasaanku kepadamu. aku tidak akan memperjuangkan kamu, aku mundur. karena aku sadar bukan aku yang kamu ingin. Bukankah kita berjuang untuk seseorang yang juga memperjuangkan kita?. Jujur aku mau kamu, tapi aku tak mampu menghipnotis kamu untuk mau ke aku. 
          Sepertinya waktu terus berjalan maju, perasaanmu kepadaku sudah lama berlalu, hanya perasaanku yang masih terus tumbuh. Ingin sekali aku memutar kembali waktu, ingin mengulang apa-apa saja yang sudah kita habiskan berdua. Seperti makan berdua, nonton, duduk bersebelahan, berpegang tangan, tertawa bersama, jalan berdampingan, dan hal lainnya yang dilalui kita. Aku mau sekali kembali seperti itu, tapi sepertinya sudah tak mungkin, semuanya sudah berakhir walaupun aku rasa kita belum benar-benar memulai.  
          Mungkin kamu hanya meneteskan sedikit harapan yang sayangnya aku sudah menangkapnya, sehingga aku tidak mungkin lagi membuang dengan mudah perasaan ini. Aku sudah terlanjur jatuh kepadamu, haruskah kamu tau ini?. Tapi biarlah ini jadi urusanku. Biarkan waktu yang menghapus rasaku padamu.
          Terimakasih untuk kenangan yang kamu ciptakan selama ini, izinkan kenangan kita untuk selalu aku ingat, kenangan yang selalu jadi kebanggaanku bahwa aku sudah melalui banyak hal bersamamu. Dan terimakasih juga setidaknya kamu sudah menyembuhkan lukaku karena dia. Terimakasih, kamu boleh kembali ke aku kalau kamu mau cari calon istri hehe :) 


tertanda, gadis yang semalem mimpiin kamu
Inderalaya, 03 November 2016 
Pukul 20:28 Wib 
Salam sayang yang tersayang 

Senin, 31 Oktober 2016

Lirik lagu Voor Dilan

kaulah ahlinya bagiku

Dimana kamu ketika aku mau
Apa kau juga ketika aku rindu
Dengarlah sunyiku dengarlah diamku
Dan rindu engkaulah ahlinya bagiku

biarlah rinduku kumau kabarmu
dan rindu sunyilah akhirnya wakilmu


Itu Akan Selalu 

Aku mungkin bukan aku yang dulu
Bukan lagi yang selalu berdua denganmu
Waktu telah membawa aku pergi
Tetapi perasaanku tetap saja kepadamu

Hari baik yang dulu
Sudah baik padaku
Terima kasih aku suka kamu
Itu akan selalu

Jadi mengapa harus lama-lama termenung
Waktu akan terus bergerak bahkan ketika kau diam
Biarkan rindu bagiku yang pernah bahagia
Masa indah disekolah bersamamu dahulu


Kamulah Mauku 

Setelah hari ini ku tau engkau
Dan lalu ini aku hanya menunggu
Dimana kamu yang aku mau
Besok bertemu yang aku mau

Aduhai bahagia pabila akhirnya
Kau tau karena kamulah mauku

Kemudian ini yang ku rasakan
Kuucap dariku padamu
Jelas pasti yakinlah padaku
Jelas pasti ku ingin denganmu


Dulu Kita Masih SMA 

Dulu kita masih remaja
Usia anak SMA
Disekolah kita berjumpa
Pulang pasti kita berdua

Dan kini kamu ada dimana
Dan kini rindu apa kabarmu
Dan ingin lagi
Dan ingin lagi jumpa

Dulu kita masih bersama
Pesona anak SMA
Dulu setia selalu denganmu
Diatas motor berdua

Tak perlu judul :)

Aku ingin menyerah padamu
Namun harapan itu selalu saja ada
Tak mampuku hilangkan begitu saja
Tak dapat kuhapus dengan mudah
Tak dapatku bohongi apa maunya hati

Aku harus bagaimana?
Ikuti hatiku, atau harus berhenti?

Aku ingin mengungkapkannya
Apa yang terpendam
Mungkin aku akan lega setelahnya

Aku rindu, sungguh aku rindu
Masa dulu waktu kau genggam tanganku
Namun akankah semua terulang?
Nampaknya hanya rasaku yang bertahan

Sedih semua berakhir seperti ini
Karena cerita kita bahkan baru dimulai
Haruskah usai sampai disini
Tanpa mengungkapkan apa yang harusnya dikatakan


Belum lega rasanya karena aku masih memendam
Berikan aku waktu untuk mengatakan
Biarkan aku menjelaskan apa yang aku rasa
Dan izinkan aku memelukmu “mungkin untuk yang terakhir”

Sepertinya aku sudah tak memiliki kesempatan
Untuk kembali menjadi wanita yang kau istimewakan
Itulah yang terucap dari matamu
Dan aku harus membuang jauh-jauh harapan

tapi bagaimana ?
harapan itu terus tumbuh
menginginkanmu bersamaku
Itulah kenyataan yang tak dapat aku pungkiri
Tapi aku tak bisa memaksakan takdir yang terus berjalan

Aku menyukaimu
Karena senyumanmu, karena tatapanmu, karena caramu, dan karena itu kamu

Dapatkah aku menyatakannya langsung padamu ?