Aku merasa kosong, sungguh hampa sekali, kini aku menyadari
kenapa begini, karena hatiku kehilangan. Sosokmu yang selama ini selalu aku
harapkan, kedatanganmu yang selalu aku nantikan, tersenyum menghampiriku, menatapku
dengan kelembutan, dan genggaman yang menguatkan, sekarang tidak akan lagi
menjadi kenyataan.
Aku kehilanganmu, hingga aku tak berdaya, yang membuatku tak
nyenyak dalam tidur, yang mimpiku selalu dipenuhi olehmu, yang mengakibatkanku tak
nafsu makan, dan akhirnya menimbulkan butiran jernih dari sudut mataku. Tak tau
harus bagaimana, tak tau nanti jadinya seperti apa, yang jelas sekarang aku
hanya terduduk melemah. Berusaha menghancurkan harapan yang bodohnya terus saja
inginkan kemungkinan kau datang.
Pernahkah kau merasakan kehampaan seperti ini? lantas apa
yang baiknya dilakukan?. Aku sudah menyibukan diri, tapi tetap saja kekosongan
dihatiku menyeramkan. Lantas ternyata sibuk bukanlah jalan untuk melupakan. Bagaimana
lagi aku harus menggantikanmu?.
Singkat saja ungkapanku ini, tapi maknanya tidaknya
seringkas itu. Kehilangan bukan hal yang dianggap remeh, kehampaan bahkan lebih
menyedihkan daripada rasa sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar