Minggu, 04 Februari 2018

Perjalanan malam itu

Ini adalah cerita perjalananku
Dikereta perjalan pulang ke kota rantau
Seperti biasa sendiri dengan penumpang yang mungkin takku kenal disebelahku

Aku selalu tak tertarik dengan suasana bising didalam kereta
Karenanya ku keluarkan dari dalam tas sebuah earphone
Lagi, aku hanya mendengarkan music diplaylist handphone
Dengan mata menatap kosong kearah jendela

Ketika aku hanyut dengan lagu mellow yang terputar
Seseorang menyonggol pundakku
Aku hendak marah, dan kemudian urung
Ternyata dia hanya menyadarkanku karena pemeriksaan tiket penumpang kereta

“Suka warna merah muda” sapanya
“tahu dari mana?” tanyaku yang hanya basa basi karena tak enak hati masalah tadi
“warna earphone, casing handphone dan tadi tak sengaja lihat catatan kecil yang berwarna merah muda” jawabnya dengan senyum kecil
“ohh” jawabku singkat
“aku mengenalmu, kita pernah satu tempat bimbingan belajar, hanya saja berbeda kelas” ucapnya tiba-tiba.
Akupun kembali melihatnya, ahh dan aku baru menyadarinya, pantas saja aku merasa tak asing dengan senyuman kecil tadi “aku ingat, maaf aku tak mengenalmu tadi” jawabku mulai ramah.

Kemudian suasana kembali sunyi
Aku tenggelam lagi dengan music yang berputar ditelingaku
Dan dia sedang main game dihandphonenya, aku meliriknya sejenak tadi
Sesaat kenangan terputar dikepalaku
Tentang seseorang yang duduk disampingku saat ini
Dulu, dia alasanku semangat untuk datang ke tempat bimbingan belajar
Perasaanku tak menggebu kepadanya
Aku merasa cukup hanya dengan melihatnya
Tidak ada harapan berlebih, mungkin karena aku sadar diri
Dia cukup tampan hingga menjadi perbincangan perempuan dikelas bimbingan belajarku

“aku banyak mendengar tentangmu” tegurnya hingga menyadarkanku dari lamunan masalalu
“ohh ya, dari mana ?” Tanyaku dengan menahan senyum yang ingin sekali mengembang
“dari teman sekelasku ditempat bimbingan belajar, mereka sering bercerita tentangmu” jawabnya
“tak ada gossip buruk tentangku kan?” candaku yang sebenarnya tak lucu
 “tak ada gossip, belum ada lambe turah zaman itu” entah kenapa aku tertawa kecil dengan jawaban itu, mungkin bagimu tak lucu.

Kami tak banyak mengobrol
Karena hari itu perjalanan malam hari
Akan mengganggu penumpang lain jika kami sibuk berbagi cerita

Bunyi klakson kereta api membangunkanku
Kulihat disebelah tak ada lagi sosoknya
Namun dibangku itu kutemukan susu strawberry dan sepucuk surat dibawahnya, tertulis dibagian depan kertas tersebut, untuk perempuan berkuncir merah muda..

           “aku sangat menyukai susu strawberry, dan mungkin ini satu-satunya hal yang aku punya berwarna merah muda, makanya hanya ini yang bisa aku berikan bersama surat ini. Kau tidur sangat lelap, jadi aku tak membangunkanmu ketika hendak turun ketempat yang aku tuju. Perasaanku senang bukan kepalang bertemu denganmu disini, ingin rasanya aku ungkap perasaan yang aku pendam sejak lama. Aku menyukaimu, saat di tempat bimbingan belajar. Tapi, aku tidak ada keberanian untuk menyapa, karena dulu, kau tak pernah tersenyum kepadaku (entah kenapa aku tetap suka). Kau tau hari ini aku sangat senang, untuk pertama kalinya kau tertawa kepadaku.
               Ah aku sangat pengecut, mengungkapkan hal ini saja hanya melalui secarik kertas. Tetapi aku cukup bahagia hanya dengan melihatmu hari ini, aku tidak ingin perasaan ini menguasai diriku. Biarlah semuanya cukup sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan, karena tak baik bukan? Hehe. Karena saat ini bukan saat yang tepat, usia kitapun belum matang untuk mengikrarkan janji suci, namun aku tak tertarik untuk memintamu berpacaran denganku, hanya memberikan harapan semu yang tak pasti, yang mungkin dapat membuatmu terluka, aku tak ingin. Setidaknya kau tau aku punya perasaan itu terhadapmu, untuk kedepannya aku pasrahkan kepada Tuhan, jika memang kita berjodoh kita akan dipertemukan dengan cara-Nya, seperti hari ini”.


Kulipat lagi surat darinya. Ingin rasa berlari menemuinya, dan berkata “akupun begitu”. Namun, benar kata dia, biarlah jalan Tuhan yang menentukan, perasaan ini cukup indah hanya dengan menerima secukupnya. 

1 komentar:

  1. Maaf... Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui pemasangan nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Biarlah Orang pada ngomong itu musrik hanya tuhan yg tau. mungkin ini salah satu jalan rejeki sy. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin

    BalasHapus